Malware

Pengertian Malware dan Jenis-Jenis Malware

Dengan memanfaatkan koneksi jaringan dan internet, Malware yang merupakan sebuah perangkat lunak berbahaya (malicious software) saat ini semakin mudah menyebar dan menginfeksi komputer. Tanpa kita sadari sistem dan aplikasi komputer kita telah dirusak bahkan informasi pribadi milik kita pun bisa diketahui dan disalahgunakan oleh orang lain hanya karena aktifitas browsing yang kita lakukan.

Pada dasarnya malware adalah program berbahaya dan tidak diinginkan yang dapat merusak sistem komputer, menghambat akses internet dan yang paling berbahaya yaitu mencuri informasi seperti password dan no kartu kredit kita.

Jenis-jenis malware ini diantaranya adalah trojan, virus, worm, spyware, adware, rootkit dan sebagainya. Berikut beberapa pengertian dari jenis-jenis malware, CMIIW ..
  • Virus Komputer adalah jenis malware yang menyerang file eksekusi (.exe) yang akan menyerang dan menggandakan diri ketika file exe yang terinfeksi di jalankan. Virus komputer menyebar dengan cara menyisipkan program dirinya pada program atau dokumen yang ada dalam komputer.
  • Worm adalah sebuah program komputer yang dapat menggandakan dirinya secara sendiri dalam sistem komputer. Sebuah worm dapat menggandakan dirinya dengan memanfaatkan jaringan (LAN/WAN/Internet) tanpa perlu campur tangan dari user itu sendiri.Worm memanfaatkan celah keamanaan yang memang terbuka atau lebih dikenal dengan sebutan vulnerability.
  • Spyware adalah program yang bertindak sebagai mata-mata untuk mengetahui kebiasaan pengguna komputer dan mengirimkan informasi tersebut ke pihak lain. Spyware biasanya digunakan oleh pihak pemasang iklan.
  • Adware adalah iklan yang dimasukan secara tersembunyi oleh pembuat program, biasanya pada program yang bersifat freeware untuk tujuan promosi atau iklan.
  • Trojan atau trojan hourse adalah program yang diam-diam masuk ke komputer kita, kemudian memfasilitasi program lain misalnya virus, sypware, adware. keylogger dan malware lainnya untuk masuk, merusak sytem, memungkinkan orang lain meremote komputer dan mencuri informasi seperti password atau nomor kartu kredit kita (untung saya ga punya kartu kredit..)
  • Keylogger adalah sebuah program yang dapat memantau penekanan tombol pada keyboard, sehingga orang lain dapat mengetahui password dan informasi apapun yang kita ketik.
  • Rootkit adalah program yang menyusup kedalam system komputer, bersembunyi dengan menyamar sebagai bagian dari system (misalnya menempel pada patch, keygen, crack dan game), kemudian mengambil alih, memantau kerja sistem yang disusupinya. Rootkit dapat mencuri data yang lalu-lalang di jaringan, melakukan keylogging, mencuri cookies akun bank dan lain-lain.
  • Phishing adalah suatu bentuk penipuan untuk memperoleh informasi pribadi seperti userID, password, ATM, kartu kredit dan sebagainya melalui e-mail atau website palsu yang tampak asli.

10 Cara Menghindari Malware


Malware atau malicious software adalah program (code, scripts, active content, dan lainnya) yang dibuat untuk menggangu atau merusak kode program atau operating system yang kita pakai. Contoh dari malware diantaranya dikenal dengan istilah Virus, Worm, Keylogger, Browser Hijacker, Trojan Horse, Spyware, Adware, Backdoor.

Malware merupakan masalah yang berkembang di internet bahkan dari situs yang terpercaya pun malware bisa saja muncul. Kode malware tidak mudah terdeteksi, ia dapat saja menginfeksi komputer ketika kita sedang berselancar di internet lewat browser yang kita gunakan.

Lewat malware yang menginfeksi komputer kita, seorang cracker bisa saja mencuri data-data pribadi kita seperti password dan account bank yang kita miliki. Hasil penelitian awal dari Symantec yang diterbitkan pada tahun 2008 menyatakan bahwa "kelajuan peluncuran kode yang berbahaya dan perangkat lunak lainnya yang tidak diinginkan, mungkin akan melebihi aplikasi perangkat lunak yang sah".

Mengingat bahaya yang ditimbulkan oleh Malware ini, maka kita sebagai pengguna komputer dan Internet sudah selayaknya mengetahui cara untuk mencegah agar malware tidak menginfeksi komputer kita. Berikut beberapa tips umum yang bisa kita lakukan agar komputer terhindar dari serangan malware:
  1. Hindari menggunakan program bajakan,crack, nulled.
  2. Selalu update Sistem Operasi, Software aplikasi, dan Browser yang kita gunakan.
  3. Pasang Antivirus misalnya Avast, Kaspersky, Norton dsb dan pastikan juga selalu update
  4. Aktifkan Firewall Windows, klo dirasa masih kurang bisa menggunakan ZoneAlarm Free Firewall
  5. Hindari membuka website yang menyediakan software bajakan, crack, keygen, website 17+ dsb.
  6. Jangan asal mendownload file dari internet (layanan file sharing), pastikan dari situs yang terpercaya.
  7. Jangan membuka email sembarangan dari orang yang tidak kita kenal, apalagi dalam format .exe, .scr, .vbs.
  8. Dalam membuat password gunakan kombinasi huruf, angka dan karakter unik seperti $,#,@ honidsb.
  9. Pasang Software anti malware, seperti misalnya IObit Malware Fighter, HijackThis, Ad-Aware dan McAfee Site Advisor
  10. Bersihkan temporary internet file, cookies, autocomplete form. Kita bisa menggunakan tools CCLeaner.


Nama :
Pratikto Sulthoni Hidayat
(12/328222/SV/00398)

Andika Dwi sanjaya
(12/328255/SV/00425)

Munandar Aji Wibowo
12/332204/SV/00920


Hacker

Mengenal Hacker dan Seluk –Beluknya

     Jika anda sering surfing di dunia maya pasti pernah mendengar kata “hacker”. atau anda pernah membaca sepak terjang para hacker melakukan kejahatan di dunia maya. Sebenarnya siapakah hackeritu? dan siapakah yang disebut cracker? adakah perbedaan diantara mereka berdua.

   Hacker adalah seseorang yang memiliki kemampuan pada komputer dan sistem jaringan, kemampuan standar yang dimiliki seorang hacker adalah core programming dan network specialist. Hacker merupakan pengguna komputer yang mampu masuk kedalam sistem komputer melalui jaringan, baik untuk keperluan monitoring (melihat sistem), copying (pengambilan/pencurian data), atau crashing (merusak sistem komputer) targetnya.

Klasifikasi Hacker


            Hacker terdiri dari beberapa jenis sesuai dengan sifatnya. Baik orang itu seorang sistem administrator maupun user yang ingin membobol sistem komputer kita. Klasifikasi hacker antara lain sebagai berikut:

* White Hats : merupakan hacker yang bekerja sebagai system analist,system administrator maupun security analist. White hats bekerja dalam sistem dan memiliki kemampuan yang tinggi untuk menjaga sistem agar tetap bekerja dengan baik dan tidak diacak-acak oleh orang lain. White Hats hackers rata-rata memiliki sertifikat kode etik hacker, misalnya CEH (Certified Ethical Hacker)

* Gray Hats : merupakan hacker yang bekerja offensivelly dan defensivelly. Gray Hats merupakan orang yang melakukan attacking terhadap sistem yang juga bekerja untuk membuat pertahanan terhadap sistem. Hacker tipe ini merupakan hacker yang membobol sistemnya untuk mendapatkan bugs dan lubang dari sistemnya yang kemudian mempelajari dan menutup lubang tersebut.

* Black Hats : merupakan hacker yang hanya bekerja sebagai attacker dan mengambil manfaat terhadap sistem yang diserangnya. Black hats merupakan hacker yang merusak sistem atau sering juga disebut sebagai cracker. Contoh aksi yang dilakukan oleh hacker Black Hats antara lain membobol situs perbankan, mengambil account (Carding), dsb.

* Suicide Hacker : Hacker yang bekerja persis seperti Black Hats Hacker, bersifat destruktif dan tidak peduli terhadap ancaman yang akan menimpanya. Rata rata suicide hacker merupakan orang yang tidak memiliki tujuan yang jelas, hanya membobol, mengambil keuntungan, ingin terkenal dan tidak takut terhadap hukum.

Metodologi Hacking


            Hacker dalam melancarkan misinya memilki beberapa langkah-langkah (metodologi), antara lain sebagai berikut:

·         Information Gathering, langkah pertama yang dilakukan oleh hacker adalah mendapatkan informasi tentang target yang akan diserangnya. Beberapa cara yang dilakukan dalam Information Gathering antara lain:
            1. Find Vulnerability, mencari informasi target dengan melacak kelemahan (scanning) terhadap sistem target.

2. Revealing Error Message, mencari informasi dengan melihat pesan error yang terdapat pada sistem target.

3. Get Credential Info, mencari informasi penting dengan mengambil dari log, backup files, dll.

·         Scanning/Sniff, langkah kedua yang dilakukan oleh hacker adalah dengan melakukan scanning atau sniffing terhadap sistem. Biasanya tahapan ini dilakukan dengan menggunakan berbagai tools, antara lain : nmap, superscan, tcpdump, wireshark, dsniff, nessus, dll.

·          Attack/Exploit, selanjutnya hacker akan melakukan attacking/exploit terhadap sistem target. attacking ini adalah attacking pertama yang akan membuka jalan untuk proses attak selanjutnya. Tools yang sering dipakai untuk attacking antara lain: metasploit framewor, john the ripper, cain and abel, the-hydra, dll.

·         Backdoor (Keep it Easy to Visit Again), selanjutnya hacker akan menanam sesuatu pada sistem atau melakukan patching/altering terhadap sistem untuk memudahkan proses attacking selanjutnya.

·         Covering, langkah akhir yang dilakukan oleh hacker adalah covering your tracks, yakni menghapus jejak agar tidak dapat dilacak oleh sistem administrator. Covering biasanya dilakukan dengan:tunneling/proxy, rootkits atau mengedit/menghapus log.

Hirearkhi Hacker


            Hacker memiliki hirearkhi/tingkatan, antara lain sebagai berikut:

·         Trojan/Exploit Maker, tingkat hacker ini adalah tingkat tertinggi yang memiliki keahlian sangat baik dalam melakukan hacking dan memiliki kemampuan programming yang sangat baik. Hacker tipe ini membuat tools berupa trojan,exploit dll yang dapat dipergunakan untuk memudahkan proses hacking.

·         Spammer/Phisser, tingkatan hacker ini merupakan hacker yang paling kaya, dikarenakan dia akan melakukan flooding terhadap sistem dan duplikasi sehingga mendapatkan informasi lebih banyak.

·         Skimmer/Carder, tingkatan hacker ini merupakan hacker yang melakukan pencurian account, baik kartu kredit, ATM, transaksi online, dll.

·         Defacer, merupakan tingkatan hacker yang tugasnya melakukan deface terhadap sistem.

·         Logins/Database, merupakan hacker yang tugasnya hanya mencari account login dan melakukan serangan terhadap database.

·         D-DOS, merupakan hacker yang tugasya melakukan perusakan terhadap service (Denial of service) yang ada pada sistem target.

·         Software Cracker/Nuller, merupakan hacker yang tugasnya melakukan aktivasi/nulling terhadap software aplikasi.

·         Reseller, merupakan hacker yang tugasnya hanya menjual kartu kredit hasil dari carding. Kebanyakan carder hanya melakukan carding dan memberikannya pada reseller untuk dijualkan.

·         Cashier, merupakan hacker yang tugasnya menguangkan/mencairkan uang.

·         Phreaker, merupakan hacker yang hanya mengambil manfaat terhadap sistem, contohnya: internetan gratis,dll.

Memproteksi PC pribadi dari serangan hacker perusak

 1. Memblokir Remote Access. Untuk mencegah PC anda diambil alih oleh Hacker, nonaktifkan Remote Access. Dlm menu Start, klik kanan pada "My Computer" & pilih Properties". Maka ada tampilan "System Properties", kemudian pilih tab "Remote", singkirkan/hilangkan tanda (V) yg ada didepan semua option yang ada untuk menonaktifkannya. Kemudian klik "OK".

2. Menghapus User Account yang tidak terpakai => Pada Windows XP Professional" terdapat beberapa user account yang dapat diakses melalui trojan & dimanfaatkan utk melakukan penyerangan. Utk menyingkirkannya pilih menu Start, pilih "Control Panel", pilih "Performance and Maintenance". Kemudian pilih "Administrative Tools", Klik 2 kali Computer Management". Pilih "Local Users and Groups", pada sisi kanan klik 2 kali pd bagian "Users". Hapuslah account-account lama yang tdk anda gunakan ( gambar users yg ada tanda X ). Kemudian tutuplah tampilan2 tadi.

3. Menutup celah NetBIOS => File2 dokumen anda bisa diakses melalui Internet maka nonaktifkanlah NetBIOS. Dlm menu Start, klik kanan pada "My Network Place" & pilih Properties". Maka ada tampilan "Network Connections". Kemudian klik kanan icon koneksi internet yg tersedia, pilih "Properties". Jika ada tampilan, pilih tab "Networking". Beri tanda ( V ) yg ada didepan "Internet Protocol (TCP/IP), kemudian klik tab "Properties" yg ada dibawahnya. Maka ada tampilan "Internet Protocol (TCP/IP) Properties", pilih tab Advanced". Tampilan ada lagi "Advaced TCP/IP Settings", pilih tab "Wins", lalu pilih Disable NetBIOS over TCP/IP. Klik 'OK".

4. Penanggulangan terhadap BO2K pada Windows 9x. BO2K dapat dilacak dgn scanning port. Biasanya pd Windows 9x yg terbuka portnya hanya satu yaitu port 139 (NetBios). Oleh karena itu perlu dicurigai jika kita mengetahui ada port lain selain port 139 yg terbuka. Program anti virus yg beredar saat ini dapat mendeteksi keberadaan program ini. Pastikan anda sudah melakukan download versi terbaru dari program anti virus. Rajin2 lah membuka registrasi Windows. Biasanya pd Windows 9x, karena BO2K menanamkan dirinya pada

"HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\RunServices"
Atau pada
"HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run".

5. Pengamanan BIOS pada Server => BIOS merupakan perangkat lunak aras rendah yg berguna untuk melakukan konfigurasi atau manipulasi hardware pada PC berbasis x86. MS Windows maupun Lilo dari Linux menggunakannya utk menentukan prosedur melakukan booting pada PC anda. Anda perlu memproteksi BIOS anda dgn memberi password padanya. Cara ini juga berguna utk mencegah penggunaan booting up melalui floppy disk. Cara ini tdk memberi perlindungan secara maksimal pada PC anda, namun dapat mempersulit org lain utk mengacak2 PC anda. Perlu diingat bahwa BIOS saat ini menggunakan metode flashroom, yg memungkinkan kita utk mengubah konfigurasi atau bahkan menghapusnya sama sekali.

6. Penyalahgunaan CGI Shell pada Unix/Linux => Ada beberapa cara yg cukup ampuh untuk menanggulanginya :

a. Anda pasang Chrooted-Jail pada Apache anda sehingga perintah yg dapat dijalankan dapat anda batasi.

b. Utak-atik Source Code dari fasilitas CGI yg akan anda berikan misalnya Perl, kemudian anda matikan fasilitas fungsi system

c. Minimalisasi terjadinya eksploit local pada sistem anda dgn sering mengutak-atik & mengikuti perkembangan berita seputar sekuriti.

7. Menghapus komponen COM yg tdk dibutuhkan pd Windows 2000/XP => Beberapa komponen COM yg tdk dibutuhkan oleh hamper semua aplikasi harus dihapus. Pertimbangkan dulu sebelum menghapusnya karena setiap komponen saling berhubungan dgn file system & dictionary object. Dalam menu Start pilih Internet Explorer, pada menu”Tools” pilih “Internet Options”. Jika ada tampilan, pilih tab “Connections”. Didalam Dial-up and Virtual Private Network Setting” hapus COM yg tdk dibutuhkan dgn mengkliknya lalu pilih “Remove”. Kemudian klik “OK’.

8. Mengaktifkan Firewall => Agar Hacker & penyerang tidak sampai ke PC anda, dibutuhkan sebuah Firewall. Dengan Firewall, anda dapat memblokir beberapa port yg kerap diserang Hacker. Kami sarankan anda memakai McAfee Personal Firewall Plus 2004, McAfee Internet Security Suite 6.0 & ZoneAlarm.

9. Menginstalasi Anti Virus => Software antivirus tidak hanya menyingkirkan virus, worm, atau perusak lainnya tetapi juga melindungi PC dari ancaman serangan Script di website. Kami sarankan anda memakai antivirus McAfee Virus Scan Professional 8.0, McAfee Spam Killer 5.0  &  McAfee Worm Removal Plus.

VIRUS



A. Latar Belakang
Virus yang pertama kali muncul di dunia ini bernama Elk Cloner lahir kira-kira tahun 1981 di TEXAS A&M. Menyebar melalui disket Apple II yang ada operating systemnya. Sang perusak ini mendisplay pesan di layar : “It will get on all your disks-It will infiltrate your chips–yes it is Cloner!-It will stick to you like glue-It will modify RAM too-send in the Cloner!” Nama “Virus” itu sendiri baru dibeberkan setelah 2 tahun kelahirannya oleh Len Adleman pada 3 November 1983 dalam sebuah seminar yang membahas cara membuat virus and memproteksi diri dari virus.

Tapi orang-orang sering menganggap bahwa virus yang pertama kali muncul adalah virus Brain yang justru lahir tahun 1986. Wajar saja, soalnya virus ini yang paling menggemparkan dan paling meluas penyebarannya karena menjalar melalui disket DOS yang waktu itu lagi ngetrend.

Lahirnya juga bersamaan dengan PC-Write Trojan dan Vindent Mulai saat itu, virus mulai menguasai dunia. Perkembangannya mengerikan dan menakutkan. Berselang satu tahun muncul virus pertama yang menginfeksi file. Biasanya yang diserang adalah file yang berekstensi *.exe Virus ini bernama suriv termasuk dalam golongan virus “jerussalem”. Kecepatan penyebarannya cukup „menggetarkan hati‟ untuk saat itu. Tapi virus ini tidak terlalu jahat soalnya virus ini menghantam dan menghajar mainframe-nya IBM tidak lama-lama, hanya setahun.

Tahun 1988, muncul serangan BESAR terhadap Machintosh oleh virus MacMag dan scores dan jaringan Internet dihajar habis-habisan oleh virus buatan Robert Morris. Tahun 1989 ada orang iseng yang ngirim file “AIDS information program” dan celakanya, begitu file ini dibuka, yang didapat bukannya info tentang AIDS, tapi virus yang mengenskripsi hard disk dan meminta bayaran untuk kode pembukanya. Sejak saat itu, penyebaran virus sudah tidak terhitung lagi.

Akan tetapi dampak yang ditimbulkan tidak terlalu besar. Baru tahun 1995 muncul serangan besar-besaran. Tidak tanggung-tanggung, mereka menyerang
perusahaan-perusahaan besar diantaranya Griffith Air Force Base, Korean Atomic Research Institute, NASA, IBM dan masih banyak PERUSAHAAN RAKSASA lain yang dianiaya oleh “INTERNET LIBERATION FRONT” di hari Thanksgiving. Karena keberanian dan kedahsyatan serangan itu, tahun 1995 dijuluki sebagai tahunnya para Hacker dan Cracker.

B. Batasan Masalah
 Pengertian dari Virus Komputer ?
 Kriteria jika suatu file dikatakan sebagai virus
 Siklus Hidup Virus itu seperti apa sih?
 Apa saja jenis virus itu ?
 Bagaimana cara penyebaran virus itu?
 Bagaimana gejala Jika computer terkena virus ?
 Bagaimana cara menanggulangi jika suatu computer terkena virus?

PEMBAHASAN
A.Pengertian Virus
" A program that can infect other programs by modifying them to includea slighty altered copy of itself.A virus can spread throughout a computer system or network using the authorization of every user using it toinfect their programs. Every programs that gets infected can also act asa virus that infection grows “( Fred Cohen )
Pertama kali istilah “virus” digunakan oleh Fred Cohen pada tahun 1984 di Amerika Serikat. Virus komputer dinamakan “Virus” karena memiliki beberapa persamaan mendasar dengan virus pada istilah kedokteran(biological viruses).

Virus komputer bisa diartikan sebagai suatu program komputer biasa.Tetapi memiliki perbedaan yang mendasar dengan program-program lainnya,yaitu virus dibuat untuk menulari program-program lainnya, mengubah, memanipulasinya bahkan sampai merusaknya.

Ada yang perlu dicatat disini,virus hanya akan menulari apabila program pemicu atau program yang telah terinfeksi tadi dieksekusi, disinilah perbedaannya dengan "worm". Tulisan ini tidak akan bahas worm karena nanti akan mengalihkan kita dari pembahasan mengenai virus ini.

B.Kriteria Virus
Suatu Program atau file dapat dikatakan sebagai virus jika minimal terdapat kriteria-kriteria berikut ini pada virus tersebut. Kriteria tersebut adalah:

1. Kemampuan untuk mendapatkan informasi.
Pada umumnya suatu virus memerlukan daftar nama-nama file yang ada dalam suatu directory, untuk apa? agar dia dapat mengenali program program apa saja yang akan dia tulari, semisal virus makro yang akan menginfeksi semua file berekstensi *.doc
setelah virus itu menemukannya, disinilah kemampuan mengumpulkan informasi itu diperlukan agar virus dapat membuat daftar/data semua file, terus memilahnya dengan mencari file-file yang bisa ditulari.Biasanya data ini tercipta saat program yang tertular/terinfeksi atau bahkan program virus ini dieksekusi. Sang virus akan segera melakukan pengumpulan data dan menaruhnya di RAM, sehingga apabila komputer dimatikan semua data hilang tetapi akan tercipta setiap program bervirus dijalankan dan biasanya dibuat sebagai hidden file oleh virus .

2. Kemampuan untuk memeriksa suatu program.
Suatu virus juga harus bisa untuk memeriksa suatu program yang akan ditulari, misalnya ia bertugas menulari program berekstensi *.doc, dia harus memeriksa apakah file dokumen ini telah terinfeksi ataupun belum,karena jika sudah maka dia akan percuma menularinya 2 kali. Ini sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan suatu virus dalam hal kecepatan menginfeksi suatu file/program.Yang umum dilakukan oleh virus adalah memiliki/ memberi tanda pada file/program yang telah terinfeksi sehingga mudah untuk dikenali oleh virus tersebut . Contoh penandaan adalah misalnya memberikan suatu byte yang unik disetiap file yang telah terinfeksi.

3. Kemampuan untuk menggandakan diri atau menularkan pada file lain.
Kalo ini emang virus "bang-get", maksudnya tanpa ini tak adalah virus. Inti dari virus adalah kemampuan mengandakan diri dengan cara menulari program lainnya. Suatu virus apabila telah menemukan calon korbannya(baik file atau program) maka ia akan mengenalinya dengan memeriksanya.
Jika belum terinfeksi maka sang virus akan memulai aksinya untuk menulari dengan cara menuliskan byte pengenal pada program/ file tersebut,dan seterusnya mengcopikan/menulis kode objek virus diatas file/program yang diinfeksi. Beberapa cara umum yang dilakukan oleh virus untuk menulari/ menggandakan dirinya adalah:

 File/Program yang akan ditulari dihapus atau diubah namanya. Kemudian diciptakan suatu file menggunakan nama itu dengan menggunakan virus tersebut (maksudnya virus mengganti namanya dengan nama file yang dihapus)

 Program virus yang sudah di eksekusi/load ke memori akan langsung menulari file-file lain dengan cara menumpangi seluruh file/program yang ada.

4. Kemampuan untuk memanipulasi.
Rutin (routine) yang dimiliki suatu virus akan dijalankan setelah virus menulari suatu file/program. isi dari suatu rutin ini dapat beragam mulai dari yang teringan sampai pengrusakan. rutin ini umumnya digunakan untuk memanipulasi program ataupun mempopulerkan pembuatnya! Rutin inimemanfaatkan kemampuan dari suatu sistem operasi (Operating System) ,sehingga memiliki kemampuan yang sama dengan yang dimiliki sistem operasi. misal:

a.Membuat gambar atau pesan pada monitor
b.Mengganti/mengubah ubah label dari tiap file,direktori,atau label daridrive di pc
c.Memanipulasi program/file yang ditulari
d.Merusak program/file
e.Mengacaukan kerja printer , dsb

5. Kemampuan untuk menyembunyikan diri.
Kemampuan Menyembunyikan diri ini harus dimiliki oleh suatu virus agar semua pekerjaan baik dari awal sampai berhasilnya penularan dapat terlaksana.langkah langkah yang biasa dilakukan adalah:
(1) Program asli/virus disimpan dalam bentuk kode mesin dan digabung dengan program lain yang dianggap berguna oleh pemakai.
(2) Program virus diletakkan pada Boot Record atau track yang jarang diperhatikan oleh komputer itu sendiri
(3) Program virus dibuat sependek mungkin, dan hasil file yang diinfeksi tidak berubah ukurannya
(4) Virus tidak mengubah keterangan waktu suatu file

C.Siklus Hidup Virus.
Siklus hidup virus secara umum, melalui 4 tahap:
 Dormant phase ( Fase Istirahat/Tidur ) Pada fase ini virus tidaklah aktif. Virus akan diaktifkan oleh suatu kondisi tertentu, semisal:tanggal yang ditentukan,kehadiran program lain/dieksekusinya program lain, dsb. Tidak semua virus melalui fase inio

 Propagation phase ( Fase Penyebaran ) Pada fase ini virus akan mengkopikan dirinya kepada suatu program atauke suatu tempat dari media storage (baik hardisk, ram dsb). Setiap program yang terinfeksi akan menjadi hasil “klonning” virus tersebut

 Trigerring phase ( Fase Aktif ) Di fase ini virus tersebut akan aktif dan hal ini juga di picu oleh beberapakondisi seperti pada Dormant phase

 Execution phase ( Fase Eksekusi ) Pada Fase inilah virus yang telah aktif tadi akan melakukan fungsinya.Seperti menghapus file, menampilkan pesan-pesan, dsb

D.Jenis-Jenis Virus
Untuk lebih mempertajam pengetahuan kita tentang virus, Akan dijelaskan jenis jenis dari virus, antara lain:

1.Virus Makro
Jenis Virus ini pasti sudah sangat sering kita dengar.Virus ini ditulis dengan bahasa pemrograman dari suatu aplikasi bukan dengan bahasa pemrograman dari suatu Operating System. Virus ini dapat berjalan apabila aplikasi pembentuknya dapat berjalan dengan baik, maksudnya jika pada komputer mac dapat menjalankan aplikasi word maka virus ini bekerja pada komputer bersistem operasi Mac.contoh virus:

-variant W97M, misal W97M.Panther panjang 1234 bytes,akanmenginfeksi NORMAL.DOT dan menginfeksi dokumen apabila dibuka
-WM.Twno.A;TW panjang 41984 bytes,akan menginfeksi Dokumen Ms.Word yang menggunakan bahasa makro, biasanya berekstensi *.DOT dan *.DOC-dll
2.Virus Boot Sector
Virus Boot sector ini sudah umum sekali menyebar.Virus ini dalam menggandakandirinya akan memindahkan atau menggantikan boot sector asli dengan program booting virus. Sehingga saat terjadi booting maka virus akan di load ke memori dan selanjutnya virus akan mempunyai kemampuan mengendalikan hardware standar (ex::monitor, printer dsb)

dan dari memori ini pula virus akan menyebar eseluruh drive yang ada dan terhubung ke komputer (ex: floopy, drive lainselain drive c).contoh virus :
-varian virus wyxex: wyx.C(B) menginfeksi boot record dan floopy ; panjang :520 bytes;karakteristik : memory resident dan terenkripsi)

-varian V-sign :menginfeksi : Master boot record ; panjang 520 bytes;karakteristik: menetap di memori (memory resident),terenkripsi, dan polymorphic)

-Stoned.june 4th/ bloody!:menginfeksi : Master boot record dan floopy; panjang 520 bytes;karakteristik: menetap di memori (memory resident), terenkripsi dan menampilkan pesan"Bloody!june 4th 1989" setelah komputer melakukan booting sebanyak 128 kali

3.Stealth Virus
Virus ini akan menguasai tabel tabel interupt pada DOS yang sering kita kenal dengan "Interrupt interceptor" . virus ini berkemampuan untuk mengendalikan instruksi instruksi level DOS dan biasanya mereka tersembunyi sesuai namanya baik secara penuh ataupun ukurannya .contoh virus:
-Yankee.XPEH.4928,menginfeksi file *.COM dan *.EXE ; panjang 4298 bytes;karakteristik: menetap di memori, ukuran tersembunyi, memiliki pemicu
-WXYC (yang termasuk kategori boot record pun karena masuk kategri stealth dimasukkan pula disini), menginfeksi floopy an motherboot record; panjang 520 bytes; menetap di memori; ukuran dan virus tersembunyi.
-Vmem(s):menginfeksi file file *.EXE, *.SYS, dan *.COM ; panjang fie 3275 bytes; karakteristik: menetap di memori, ukuran tersembunyi, di enkripsi.-dll

4.Polymorphic Virus
Virus ini Dirancang buat mengecoh program antivirus, artinya virus ini selalu berusaha agar tidak dikenali oleh antivirus dengan cara selalu merubah rubah strukturnya setiap kali selesai menginfeksi file/program lain.contoh virus:
-Necropolis A/B,menginfeksi file *.EXE dan *.COM; panjang file 1963 bytes;karakteristik: menetap di memori, ukuran dan virus tesembunyi,terenkripsi dan dapat berubah ubah struktur
-Nightfall,menginfeksi file *.EXE; panjang file 4554 bytes;karakteristik : menetap di memori, ukuran dan virus tesembunyi, memiliki pemicu,terenkripsi dan dapat berubah-ubah struktur –dll

5.Virus File/Program
Virus ini menginfeksi file file yang dapat dieksekusi langsung dari sistem operasi, baik itu file application (*.EXE), maupun *.COm biasanya juga hasil infeksi dari virus ini dapat diketahui dengan berubahnya ukuran file yang diserangnya.

6.Multi Partition Virus
Virus ini merupakan gabungan dari Virus Boot sector dan Virus file: artinya pekerjaan yang dilakukan berakibat dua, yaitu dia dapat menginfeksi file-file *.EXE dan juga menginfeksi Boot Sector.

E.Beberapa Cara Penyebaran Virus
Virus layaknya virus biologi harus memiliki media untuk dapat menyebar,virus computer dapat menyebar ke berbagai komputer/mesin lainnya juga melalui berbagai cara, diantaranya:

1.Disket, media storage R/W Media penyimpanan eksternal dapat menjadi sasaran empuk bagi virus untuk dijadikan media. Baik sebagai tempat menetap ataupun sebagai media penyebarannya.Media yang bias melakukan operasi R/W (read dan Write) sangat memungkinkan untuk ditumpangi virus dan dijadikan sebagai media penyebaran.

2.Jaringan ( LAN, WAN,dsb) Hubungan antara beberapa computer secara langsung sangat memungkinkan suatu virus ikut berpindah saat terjadi pertukaran/pengeksekusian file/programyang mengandung virus.

3.WWW (internet)Sangat mungkin suatu situs sengaja di tanamkan suatu „virus‟ yang akanmenginfeksi komputer-komputer yang mengaksesnya.

4.Software yang Freeware, Shareware atau bahkan Bajakan Banyak sekali virus yang sengaja di tanamkan dalam suatu program yang disebarluaskan baik secara gratis, atau trial version yang tentunya sudah tertanam virus didalamnya.

5.Attachment pada Email, transferring file Hampir semua jenis penyebaran virus akhir-akhir ini menggunakan email attachment dikarenakan semua pemakai jasa internet pastilah menggunakan email untuk berkomunikasi, file-file ini sengaja dibuat mencolok/menarik perhatian, bahkan seringkali memiliki ekstensi ganda pada penamaan filenya.

F.Gejala Komputer yang terkena Virus.
Untuk mengetahui apakah suatu komputer terjangkit virus atau tidak, bisa dilihat dari ciri-ciri komputer yang terjangkit virus. Ciri-ciri tersebut antara lain:

1. Komputer Anda berjalan lebih lambat dari biasanya.
2. Menu Run, Search disembunyikan oleh virus.
3. CTRL+ALT+DEL tidak bisa digunakan.
4. Regedit dan MSCONFIG di disabled
5. Folder asli pada komputer anda disembunyikan dan diganti dengan file virus.
6. Menu Tools -> Folder Options di Windows EXplorer hilang.
7. Komputer sering berhenti atau tidak merespon.
8. Komputer tiba-tiba restart atau crash dan ini terjadi beberapa menit sekali.
9. Aplikasi komputer tidak berjalan dengan semestinya dan sering error.
10. Muncul File dengan Icon Folder tetapi mempunyai file type .exe
11. Hardisk atau disk drive tidak bisa diakses.
12. Aktivitas print tidak bekerja dengan semestinya.
13. Sering terjadi pesan error yang aneh dan tidak biasanya.
14. Sering terlihat menu atau dialog box yang rusak.
15. Terdapat Duplikasi nama folder di dalam folder tersebut.
16. Komputer selalu mengeluarkan pesan dari mana virus ini berasal.

G.Langkah-Langkah Penanggulangannya
1.Langkah-Langkah untuk Pencegahan
Untuk pencegahan anda dapat melakukan beberapa langkah-langkah berikut :

 Gunakan Antivirus yang anda percayai dengan update database terbaru, apapun merknya asalkan selalu di update, dan nyalakan Auto protect.

 Selalu men-scan semua media penyimpanan eksternal yang akan di gunakan,mungkin hal ini agak merepotkan tetapi jika Autoprotect anti virus anda bekerja maka prosedur ini dapat dilewatkan.

 Jika Anda terhubung langsung ke Internet cobalah untuk mengkombinasikan Antivirus anda dengan Firewall, Anti spamming, dsb2.

2.Langkah-Langkah Apabila telah Terinfeksi
 Deteksi dan tentukan dimanakah kira-kira sumber virus tersebut apakah disket, jaringan, email dsb, jika anda terhubung ke jaringan maka ada baiknya anda mengisolasi computer anda dulu (baik dengan melepas kabel atau mendisable dari control panel)

 Identifikasi dan klasifikasikan jenis virus apa yang menyerang pc anda, dengan cara:

 Gejala yang timbul, misal : pesan, file yang corrupt atau hilang dsb

 Scan dengan antivirus anda, jika anda terkena saat Autoprotect berjalan berarti virus definition di computer anda tidak memiliki data virus ini,

 cobalah update secara manual atau mendownload virus definitionnya untuk anda install. Jika virus tersebut memblok usaha anda untuk mengupdatenya maka ,upayakan untuk menggunakan media lain (komputer) dengan antivirus updatetan terbaru

 Bersihkan, setelah anda berhasil mendeteksi dan mengenalinya maka usahakan segera untuk mencari removal atau cara-cara untuk memusnahkannya di situs-situs yang
memberikan informasi perkembangan virus. Hal ini jika antivirus update-an terbaru anda tidak berhasil memusnahkannya.

 Langkah terburuk, jika semua hal diatas tidak berhasil adalah memformat ulang komputer anda .9

A.Kesimpulan :
Semakin Berkembangnya teknologi maka akan semakin banyak terjadinya tindak kejahatan termasuk merebaknya virus-virus komputer yang semakin lama semakin canggih, untuk itu dibutuhkan pengetahuan tentang virus itu sendiri sehingga kita semua dapat mengetahui ciri-ciri virus dan tanda-tanda komputer kita terkena virus, dan tak lupa cara untuk menanggulanginya. Semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua. Tulisan ini ditujukan untuk bahan pembelajaran semata. Jika ada kesalahan maupun kekurangan mohon dimaklumi.
B. Daftar Pustaka :
http://student.logika.ac.id/mod/forum/discuss.php?d=322.
http://afifcastrayan.wordpress.com/2008/04/13/28/
http://ezine.echo.or.id/ezine4/ez-r04-y3dips-viruskomputer.txt
http://www.ibnuphyta.web.id/2012/05/ciri-ciri-komputer-dan-laptop-terkena.html

Disusun Oleh:
M Reza Aulia Miftah (12/332432/SV/01148)
Ardhan Nugroho
Harzan Arsy (12/336913/SV/01875)
Andika Haris S (12/336940/SV/01892)

Cybercrime


BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Perkembangan global internet sebagai 'milik' publik menyiratkan adanya harapan-harapan akan terjadinya perubahan ruang dan jarak. Perkembangan tersebut juga diramalkan akan menuju pada terbentuknya entitas dengan sistem tingkah laku tertentu, melalui pola-pola pengujian dengan unsur-unsur dominan berupa pengalaman dan budaya dalam penggunaan informasi. Semua itu pada gilirannya harus diakui oleh hukum mana pun di semua belahan bumi, yang tentu saja berbeda-beda impaknya terhadap kaitan antara hukum dengan ekonomi, politik ataupun ideologi. Hubungan antara hukum dan teknologi internet tentu saja akan menjadi unik. Dunia cyber sebagai manifestasi sistem informasi dan telekomunikasi yang terpadu dalam suatu jaringan global, adalah ruang tanpa batas yang dapat diisi dengan sebanyak mungkin kategori. Baik yang sudah ada, akan ada, dan mungkin akan terus berkembang. Dari perdagangan, perhubungan, kesehatan, sampai militer, dan sebagainya, dan seterusnya. Bahkan anda sendiri dapat membentuk komunitas dari tingkatan keluarga, arisan sampai pada tingkatan sebuah negara di dunia cyber yang tiada batas (unlimited world).Hukum dan alat perlengkapannya tentu juga terus berkembang. Yang menjadi masalah adalah apakah hukum dapat berkembang sepesat dan secepat perkembangan dunia cyber? Bahkan pada taraf 'unlimited' yang bisa melanda semua kategori yang sempat terpikirkan manusia seperti ucommerce, u-banking, u-trade, u-retailing dan lainnya.

B.     Batasan Masalah

Ø Pengertian dari CyberCrime itu apa ?

Ø Bagaimana gejala dan modus tindak pidana Cyber Crime ?

Ø Apa saja jenis Cyber Crime itu ?

Ø Apa saja kasus tentang cyber crime ini yang terjadi di Indonesia ?

Ø Bagaimana cara mengatasinya dan Asas hukum apa saja yang berlaku?

BAB II

PEMBAHASAN

Pengertian Cybercrime

Kejahatan dunia maya atau yang sering disebut dengan istilah Cybercrime adalah jenis kejahatan yang berkaitan dengan pemanfaatan sebuah teknologi informasi tanpa batas serta memiliki karateristik yang kuat dengan sebuah rekayasa teknologi yang mengandalkan kepada tingkat kemanan yang tinggi dan kredibilitas dari sebuah informasi yang disampaikan dan diakses oleh pelanggan internet.Agar kita dapat memahami bagaimana sebuah kejahatan yang ada di dunia maya itu secara efektif dapat menciptakan kerugian yang sangat besar, tidak lain adalah faktor teknologi global yang dapat menjangkau dan mengesekusi setiap format finansial yang berlangsung secara cepat. Karena kejahatan internet tidak akan muncul bila sistem internet yang ada didalam industri pasar modal tidak saling integratif dengan elemen-elemen yang ada didalam modus tersebut. Hal ini disebabkan karena teknologi yang relatif tinggi artinya hanya orang-orang tertentu saja yang sanggup melakukan kejahatan ini serta open resources mediator atau dapat menjadi media untuk berbagai kejahatan antara lain kejahatan di bidang perbankan, pasar modal, seks, pembajakan hak-hak intelektual serta terorisme dan yang lebih tepat lagi termasuk trans-national crime. Cybercrime dasarnya adalah penyalahgunaan computer dengan cara hacking komputer ataupun dengan cara-cara lainnya merupakan kejahatan yang perlu ditangani dengan serius, dan dalam mengantisipasi hal ini perlu rencana persiapan yang baik sebelumnya. Karena kejahatan ini potensial menimbulkan kerugian pada beberapa bidang: politik, ekonomi, sosial budaya yang siginifikan dan lebih memprihatinkan dibandingkan dengan ledakan bom atau kejahatan yang berintensitas tinggi lainnya bahkan di masa akan datang dapat mengganggu perekonomian nasional melalui jaringan infrastruktur yang berbasis teknologi elektronik (perbankan, telekomunikasi satelit, jaringan listrik, dan jaringan lalu lintas penerbangan dsb). Sebagai contoh, pasar modal yang memiliki kemampuan untuk menampilkan perdagangan saham secara online serta dapat memperdagangkan saham-saham yang sudah berbentuk sebagai sebuah aset elektronik, namun tidak integratif dengan lalulintas keuangan global maka kejahatan yang terjadi hanya dalam bentuk serta skala yang juga terbatas dan secara mudah akan dapat didetiksi secara dini bila pasar modal ataupun regulator memiliki pengawasan pasar yang handal. Internet sebagai sebuah sistem yang menampilkan informasi online, bila dikaitan dengan pelanggaran yang berhubungan dengan missleading information maka hal ini juga relevan dengan bagaimana emiten atau perusahaan publik telah mempergunakan sarana internet untuk menyajikan informasi relevan dan material yang juga online dan teruji, tanpa itu kemampuan serta kekuatan informasi yang ada di dalam internet itu sendiri tidak secara efektif dapat mempengaruhi atau mendorong penerima informasi untuk melakukan tindakan sesuai dengan sajian informasi tersebut. Didalam taraf ini ada hubungan kausalitas yang erat antara legitimasi hukum yang memberikan landasan untuk eksisnya sebuah informasi dengan sistem dari informasi yang ditampilkan didalam internet itu sendiri.

A.    Modus Tindak Pidana Cybercrime

Bila kita kaji modus atau pola-pola dari kejahatan ataupun tindak pidana yang terjadi di dalam dunia maya tersebut maka terdapat beberapa contoh sederhana sebagai berikut:

1. Pertama, kejahatan yang memanfaatkan jaringan informasi dan tampilan data yang ada didalam internet untuk mempengarui pengambilan keputusan sebuah investasi yang berlangsung secara online dengan secara otomatis hal itu akan berdampak terhadap pergerakan harga saham-saham dilantai bursa. Penipuan informasi internet inilah yang merupakan landasan yang paling sering memenuhi unsur atas penipuan dari sebuah penawaran saham yang tidak memiliki fakta material sesungguhnya;

2. Kedua,kejahatan internet yang bersumber dari pada sebuah tujuan untuk mencuri atau menghacurkan sebuah produk ataupun informasi yang bersifat sebagai aset dari sebuah jaringan internet lainnya dimana pencurian ini dapat menimbukan kerugian atau mennciptakan sebuah kekuatan untuk menghancurkan atau mengambil alih sasaran ekonomis yang telah ditargetkan secara online;

3. Ketiga,kejahatan internet yang bersifat kerahasiaan negara ataupun yang bertujuan untuk merusakan sebuah jaringan dari sistem kemanan sebuah negara; Dari tiga pola tersebut diatas, kejahatan internet yang terjadi dipasar modal lebih banyak menfaatkan kemampuan global internet untuk menjangkau jutaan manusia dengan memberikan informasi yang menyesatkan. Dalam hal ini secara sederhana hal-hal yang berkaitan dengan rekayasa harga dipasar modal adalah bentuk sederhana dari sebuah kejahatan internet, oleh sebab itu SEC-US dalam menjaga dan menindak pelaku kejahatan internet memiliki biro dan sejumlah pegawai yang tugasnya mengamati dan mengevaluasi setiap pola dan penawaran-penawaran informasi yang berlangsung secara online.Namun yang jelas dalam hal memahami bagaimana modus operandi sebuah kejahatan internet sangatlah ditentukan pula dengan bagaimana peranan dan fungsi internet itu

sendiri telah dipakai, dipergunakan secara interaktif.

B.     Faktor Komunikasi dan Teknologi Informasi dalam Era Globalisasi

Diantara faktor-faktor penggerak transformasi global, perkembangan teknologi merupakan faktor yang paling kuat. Perkembangan teknologi telah mengubah wajah dunia yang semula di dominasi oleh industri mekanik menuju suatu dunia yang dipenuhi oleh teknologi informasi. Hal itulah yang menyebabkan terjadinya perubahan dari masyarakat industri menjadi masyarakat pasca teknologi mekanik atau dikenal sebagai era revolusi mikroelektronik secara keseluruhan (Brown, 1998 : 174-191). Kontribusi media massa dan komunikasi lintas wilayah yang menjangkau hampir semua belahan dunia, menyebabkan pola perekonomian dunia kemudian bergeser dari Resources Based Economy menjadi Information Based Economy. Globalisasi kemudian menjadi suatu proses dimana relasi sosial terjadi tanpa jarak dan tiada batasan-batasan fisik yang nyata. Secara maya kemudian dunia menjadi satu hamparan yang terbuka tanpa adanya pembatasan-pembatasan yang dikenal di dalam kehidupan nyata seperti batas wilayah nasional. Globalisasi telah menimbulkan dampak yang sangat besar dalam berbagai dimensi kehidupan manusia. Globalisasi merupakan suatu proses internasionalisasi seluruh tatanan masyarakat modern. Pada awalnya, proses ini hanya pada tatanan ekonomi. Namun dalam perkembangannya cenderung menunjukkan keragaman. Menurut Malcom Waters ada tiga dimensi proses globalisasi, yaitu : globalisasi ekonomi, globalisasi politik dan globalisasi budaya. Dari segi dimensi globalisasi budaya, muncul beberapa jenis space, seperti : etnospace, technospace, financespace, mediaspace, ideaspace dan sacrispace. Tentu saja tidak terhindarkan akan terjadinya proses penguniversalisasian sistem nilai dalam lingkup global, khususnya dimensi kebudayaan. Pada tahap ini terjadilah suatu keadaan dimana sistem nilai kehidupan manusia menjadi tidak pasti, karena sesungguhnya telah ada berbagai sistem nilai di dunia ini (pikiran rakyat.com, 2006). Globalisasi informasi yang terjadi sekarang dimungkinkan karena adanya penggunaan media elektronik dalam mengirim dan menerima informasi. Mulamula melalui radio dan televisi hingga kemudian melalui jaringan internet. Efek yang dimungkinkan oleh penggunaan radio dan televisi adalah ruang dan waktu menjadi kecil. Para ahli komunikasi menyebutnya sebagai gejala time space compression atau menyusutnya ruang dan waktu. Akan tetapi, dalam penggunaan radio dan televisi, betapapun luas jangkauannya, ternyata dapat diawasi oleh kekuasaan politik suatu negara. Kondisi yang berbeda terjadi pada pemakaian jaringan informasi yang dikenal sebagai internet. Pada internet pembatasan tersebut tak lazim diberlakukan. Dalam kenyataan dan secara teoritis hubungan melalui internet dan e-mail tidak bisa diawasi dan dibatasi oleh pemerintah manapun. Media internet memiliki akibat sosial budaya sebagai berikut :

1. Mengecilnya ruang dan waktu telah mengakibatkan hampir tak ada kelompok orang atau bagian dunia yang hidup dalam suatu isolasi yang jelas. Informasi tentang keadaan tempat lain dan tentang situasi orang lain, dapat menciptakan suatu pengetahuan umum yang jauh lebih luas dan actual dari yang ada sebelum ini. Informasi itu pada gilirannya dapat menimbulkan solidaritas global yang melintasi kelompaok etnis, batas teritorial negara atau berbagai kelompok agama. Sebaliknya, informasi yang cepat ini semakin memudahkan pula sekelompok orang atau orang perorangan di suatu tempat untuk merancang kejahatan bagi kelompok atau orang perorangan lain yang berada sangat jauh.

2. Dalam bidang politik batas-batas teritorial suatu negara menjadi tidak relevan. Batas negara tidak menjadi batas dari aliran informasi, karena seseorang di negara tertentu dapat berhubungan langsung dengan orang lain di negara yang berbeda tanpa dapat dihalangi oleh siapapun.

3. Suatu gejala yang amat dasyat pengaruhnya adalah bahwa dalam internet atau dalam cyberspace, semua kategori dalam suatu social space menjadi tidak relevan. Diferensiasi sosial yang ada dalam masyarakat berdasarkan usia, jenis kelamin, agama, status sosial, tingkat pendidikan, besarnya pendapatan, pengalaman kerja atau tinggi-rendahnya reputasi diterobos tanpa kaidah yang jelas dalam cyberspace. Sebagai contoh, siapa saja dapat mengirim informasinya ke dalam cyberspace untuk diterima atau ditolak oleh orang lain bahkan mungkin juga terjadi dialog di dalamnya tanpa memandang reputasi, usia, dan lain-lain. Sesuatu yang sulit terjadi di dalam media massa manapun.

C.    Gejala Kejahatan Dunia Maya Sebagai Bagian Globalisasi

Dalam era globalisasi perkembangan terjadi sangat cepat seiring dengan peningkatan teknologi informasi. Internet, selain memberi manfaat juga menimbulkan dampak negatif dengan terbukanya peluang penyalahgunaan teknologi tersebut. Dampak ini terlihat dari adanya cybercrime (kejahatan dunia maya) yang terjadi di berbagai belahan dunia. Kejahatan di dunia maya merupakan salah satu jenis kejahatan atau tindak pidana yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi yakni komputer. Sejumlah kejahatan cybercrime yang cukup menonjol belakangan ini adalah:

1. Sabotase terhadap perangkat-perangkat digital, data-data milik orang lain dan jaringan komunikasi data penyalahgunaan network orang lain.

2. Penetrasi terhadap sistem komputer dan jaringan sehingga menyebabkan privasi orang/lembaga lain terganggu atau gangguan pada fungsi komputer yang digunakan.

3. Melakukan akses-akses ke server tertentu atau ke internet yang tidak diizinkan oleh peraturan organisasi/ penyusupan ke web server sebuah situs, kemudian si penyusup mengganti halaman depan situs tersebut.

4. Tindakan penyalahgunaan kartu kredit orang lain di internet.

5. Tindakan atau penerapan aplikasi dalam usaha untuk membuka proteksi sebuah software atau sistem secara ilegal.

6. Pembuatan program ilegal yang dibuat untuk dapat menyebar dan menggandakan diri secara cepat dalam jaringan (biasanya melalui e-mail liar) yang bertujuan untuk membuat kerusakan dan kekacauan sistem.

Macam-macam Cybercrime

Jenis-jenis kejahatan di internet terbagi dalam berbagai versi. Salah satu versi menyebutkan bahwa kejahatan ini terbagi dalam dua jenis,yaitu kejahatan dengan motif intelektual. Biasanya jenis yang pertama ini tidak menimbulkan kerugian dan dilakukan untuk kepuasan pribadi. Jenis kedua adalah kejahatan dengan motif politik, ekonomi atau kriminal yang berpotensi menimbulkan kerugian bahkan perang informasi. Versi lain membagi cybercrime menjadi tiga bagian yaitu pelanggaran akses, pencurian data, dan penyebaran informasi untuk tujuan kejahatan.

A.    Tipe Cybercrime

Secara garis besar, ada beberapa tipe cybercrime:

1. Hacking adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk mencari informasi melalui program yang ada dengan menggunakan komputer.

2. Cracker adalah seseorang yang mampu dan dapat menembus suatu jaringan serta mencuri/merusakjaringan tersebut.

3. Precker adalah seseorang yang mampu menembus suatu jaringan dan memberitahukan kepada jaringan tersebut tentang keadaan pengamanan jaringannya yang dapat ditembus oleh orang lain.

4. The Trojan Horse adalah prosedur untuk menambah, mengurangi atau merubah instruksi pada sebuah program, sehingga program tersebut akan menjalankan tugas lain yang tidak sah dari tugasnya.

Cara-caranya antara lain :

a) Mengubah program yang ada sehingga program tersebut akan melakukan penghitungan pembulatan yang salah. Sering terjadi pada pembobolan kartu kredit atau pada rekening tabungan nasabah yang ada pada Bank.

b) Mengubah program yang ada untuk memasukkan transaksitransaksi tertentu, sehingga transaksi tersebut dikenal oleh spesifikasi sistem, sedangkan untuk transaksi yang tidak dikenal dapat dimasukkan bersama-sama dengan transaksi lainnya.

c) Mengubah program yang ada sehingga dapat memanipulasi keseimbangan pada suatu penghitungan keuangan tertentu.

d) Memasukkan instruksi yang tidak sah, dapat dilakukan baik oleh yang berwenang maupun tidak, yang dapat mengakses suatu sistem dan memasukkan instruksi untuk keuntungan sendiri dengan melawan hukum.

5. Data Diddling Data yang sah diubah dengan cara yang tidak sah, yaitu:

a) Mengubah data input, yang dilakukan seseorang dengan cara memasukkan data yang menguntungkan diri sendiri secara melawan hukum.

b) Mengubah print-out atau output dengan maksud mengaburkan, menyembunyikan data atau informasi dengan itikad tidak baik. Penggelapan, pemalsuan, dan atau pemberian informasi melalui komputer yang merugikan pihak lain dan menguntungkan diri sendiri. Dengan sengaja menyebarkan virus yang dapat merusak sistem computer.

6. Data Leakage (Kebocoran Data) Data rahasia perusahaan/instansi yang dibuat dalam bentuk kode-kode tertentu bocor atau dibawa keluar tanpa diketahui.Dapat dilakukan dengan cara perusakan sistem komputer, Hacking, yaitu melakukan akses tanpa izin atau dengan melawan hukum terhadap sistem pengamanan komputer.

7. Wiretapping Penyadapan data melalui saluran transmisi data (kabel telepon, serat optik atau satelit).

 8. Internet Privacy Perbuatan pidana yang berkaitan dengan hak milik intelektual, hak cipta, dan hak paten, berupa pembajakan dengan memproduksi barang-barang tiruan untuk mendapat keuntungan melalui perdagangan, termasuk rahasia dagang dan hak moral.

9. Joy computing, yaitu pemakaian komputer orang lain tanpa izin. Hal ini termasuk pencurian waktu operasi computer.

10. To frustate data communication atau penyia-nyiaan data komputer.

11. Software piracy yaitu pembajakan perangkat lunak terhadap hak cipta yang dilindungi HAKI.

12. Carding,menurut versi POLRI meliputi :

a) Mendapatkan nomor kartu kredit (CC) dari tamu hotel, khususnya orang asing

b) Mendapatkan nomor kartu kredit melalui kegiatan chatting di Internet

c) Melakukan pemesanan barang ke perusahaan di luar negeri dengan menggunakan Jasa Internet

d) Mengambil dan memanipulasi data di Internet

e) Memberikan keterangan palsu, baik pada waktu pemesanan maupun pada saat pengambilan barang di Jasa Pengiriman (kantor pos, UPS, Fedex, DHL, TNT, dan lain-lain). Carding (pelakunya biasa disebut carder), adalah kegiatan melakukan transaksi e-commerce dengan nomor kartu kredit palsu atau curian. Pelaku tidak harus melakukan pencurian atau pemalsuan kartu kredit secara fisik, melainkan pelaku cukup mengetahui nomor kartu dan tanggal kadaluarsanya saja .

Dari semua tipe cybercrime tersebut, nampak bahwa inti cybercrime adalah penyerangan di content, computer system dan communication system milik orang lain atau umum di dalam cyberspace. Pola umum yang digunakan untuk menyerang jaringan komputer adalah memperoleh akses terhadap account user dan kemudian menggunakan sistem milik korban sebagai platform untuk menyerang situs lain. Hal ini dapat diselesaikan dalam waktu 45 detik dan mengotomatisasi akan sangat mengurangi waktu yang diperlukan (Purbo, dan Wijahirto, 2000: 9). Fenomena cybercrime memang harus diwaspadai karena kejahatan ini agak berbeda dengan kejahatan lain pada umumnya. Cybercrime dapat dilakukan tanpa mengenal batas teritorial dan tidak diperlukan interaksi langsung antara pelaku dengan korban kejahatan. Bisa dipastikan dengan sifat global internet, semua negara yang melakukan kegiatan internet hampir pasti akan terkena imbas perkembangan cybercrime ini. Berita Kompas Cyber Media (19/3/2002) menulis bahwa berdasarkan survei AC Nielsen 2001 Indonesia ternyata menempati posisi ke enam terbesar di dunia atau ke empat di Asia dalam tindak kejahatan di internet. Meski tidak disebutkan secara rinci kejahatan macam apa saja yang terjadi di Indonesia maupun WNI yang terlibat dalam kejahatan tersebut, hal ini merupakan peringatan bagi semua pihak untuk mewaspadai kejahatan yang telah, sedang, dan akan muncul dari pengguna teknologi informasi (Heru Sutadi, Kompas, 12 April 2002, 30).

B.     Contoh Kasus di Indonesia

Menurut RM. Roy Suryo dalam Warta Ekonomi No. 9, 5 Maret 2001 h.12, kasus kasus cybercrime yang banyak terjadi di Indonesia setidaknya ada tiga jenis berdasarkan modusnya, yaitu:

1. Pencurian Nomor Kartu Kredit. Menurut Rommy Alkatiry (Wakil Kabid Informatika KADIN), penyalahgunaan kartu kredit milik orang lain di internet merupakan kasus cybercrime terbesar yang berkaitan dengan dunia bisnis internet di Indonesia. Penyalahgunaan kartu kredit milik orang lain memang tidak rumit dan bisa dilakukan secara fisik atau on-line. Nama dan kartu kredit orang lain yang diperoleh di berbagai tempat (restaurant, hotel atau segala tempat yang melakukan transaksi pembayaran dengan kartu kredit) dimasukkan di aplikasi pembelian barang di internet.

2. Memasuki, memodifikasi atau merusak homepage (hacking) Menurut John. S. Tumiwa pada umumnya tindakan hacker Indonesia belum separah aksi di luar negeri. Perilaku hacker Indonesia baru sebatas masuk ke suatu situs komputer orang lain yang ternyata rentan penyusupan dan memberitahukan kepada pemiliknya untuk berhati-hati. Di luar negeri hacker sudah memasuki system perbankan dan merusak data base bank.

3. Penyerangan situs atau e-mail melalui virus atau spamming. Modus yang paling sering terjadi adalah mengirim virus melalui e-mail. Menurut RM. Roy Suryo, di luar negeri kejahatan seperti ini sudah diberi hukuman yang cukup berat. Berbeda dengan di Indonesia yang sulit diatasi karena peraturan yang ada belum menjangkaunya. Sementara itu As’ad Yusuf memerinci kasus-kasus cybercrime yang sering terjadi di Indonesia menjadi lima, yaitu:

a. Pencurian nomor kartu kredit.

b. Pengambilalihan situs web milik orang lain.

c. Pencurian akses internet yang sering dialami oleh ISP.

d. Kejahatan nama domain.

e. Persaingan bisnis dengan menimbulkan gangguan bagi situs saingannya.

Khusus cybercrime dalam e-commerce, oleh Edmon Makarim didefinisikan sebagai segala tindakan yang menghambat dan mengatasnamakan orang lain

dalam perdagangan melalui internet. Edmon Makarim memperkirakan bahwa modus baru seperti jual-beli data konsumen dan penyajian informasi yang tidak benar dalam situs bisnis mulai sering terjadi dalam e-commerce ini.

Mengintai Pelaku Cybercrime

Tidak saja korupsi yang peringkat kedua, kejahatan cybercrime melalui Internet pun, Indonesia berada di urutan kedua. Tidak percaya! Lihat saja hasil riset terkini yang dilakukan oleh perusahaan sekuriti ClearCommerce (Clearcommerce.com) yang bermarkas di Texas, Amerika Serikat. Menurut data tersebut, 20 persen dari total transaksi kartu kredit dari Indonesia di Internet adalah fraud. Tidak heran jika kondisi itu semakin memperparah sektor bisnis di dalam negeri, khususnya yang memanfaatkan teknologi informasi (TI). Berdasarkan hasil survei CastleAsia (CastleAsia.com) yang dilansir pada bulan Januari 2002, menunjukkan bahwa hanya 15 persen responden Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia yang bersedia menggunakan Internet Banking. Dari 85 persen sisanya, setengahnya beralasan khawatir dengan keamanan transaksi di Internet. Dari data tersebut terlihat bahwa tingginya angka cybercrime akan berpengaruh secara langsung pada sektor bisnis skala kecil, menengah dan besar. Pengaruh tidak langsungnya adalah memburuknya citra Indonesia di mata komunitas Internet dunia. Tidak itu saja. Pada tingkat yang lebih luas, hasil survei yang dilakukan pada tahun 2002 atas kerja sama Federal Bureau of Investigation’s (FBI) dan Computer Security Institute (CSI) menunjukkan bahwa kerugian akibat serangan cybercrime mencapai nilai sebesar US$ 170.827.000 pada kategori pencurian informasi dan US$ 115.753.000 pada kategori financial fraud (www.gocsi.com). Bahkan, hasil survei yang sama juga menunjukkan kerugian sebesar US$ 4.503.000 akibat penyalahgunaan otoritas oleh orang dalam organisasi itu sendiri. Hal ini dimungkinkan dengan memanfaatkan kelemahan pada sistem keamanan jaringan internal yang kurang diperhatikan. Data tersebut menunjukkan bahwa saat sebagian pihak menekankan pentingnya sisi keamanan Internet, sisi keamanan jaringan internal, termasuk di dalamnya perilaku pengguna yang kurang tepat, ternyata juga berpotensi menimbulkan kerugian cukup besar, karena kurang mendapat perhatian yang memadai. Secara umum, dari survei yang dilakukan UCLA Centre for Communicaiton Policy (www.ccp.ucla.edu) pada bulan November 2001 menunjukkan bahwa 79,7 persen responden sangat peduli terhadap keamanan data kartu kredit ketika bertransaksi via Internet. Ditegaskan pula bahwa 56,5 persen responden pengguna Internet dan 74,5 persen responden non-pengguna Internet menyepakati bahwa menggunakan Internet memiliki risiko pada keamanan data pribadi.

Upaya Reduksi Cybercrime

Permasalahan yang ditimbulkan akibat perkembangan teknologi komputer dan informasi, menunjukkan perlu adanya upaya yang menyeluruh untuk menanggulangi cybercrime. Kesadaran dari para pengguna jasa internet terhadap cyberethics juga akan turut membantu. Selain itu, kerjasama antara negaranegara pengguna jasa internet juga membantu menanggulangi paling tidak mengurangi kejahatan internet yang melintasi batas-batas negara. Pada dasarnya interaksi internet bersifat bebas (dengan adanya civil cyberliberty) dan pribadi (privacy). Prinsip-prinsip dasar yang diakui umum dari aktivitas elektronik melalui internet adalah transparansi, yaitu adanya keterbukaan dan kejelasan dalam setiap interaksi internet, kehandalan dengan informasi yang dapat dipercaya serta kebebasan dimana para pelaku bisnis, konsumen ataupun pribadi dapat secara bebas mengakses atau berinteraksi tanpa adanya hambatan, kesulitan ataupun tekanan dalam bentuk apapun.

A.    Asas Hukum Untuk Dunia Cyber

Terdapat tiga pendekatan untuk mempertahankan keamanan di cyberspace, pertama adalah pendekatan teknologi, kedua pendekatan sosial budaya-etika, dan ketiga pendekatan hukum. Untuk mengatasi gangguan keamanan pendekatan teknologi sifatnya mutlak dilakukan, sebab tanpa suatu pengamanan jaringan akan sangat mudah disusupi, dintersepsi, atau diakses secara ilegal dan tanpa hak. Dalam ruang cyber pelaku pelanggaran seringkali menjadi sulit dijerat karena hukum dan pengadilan Indonesia tidak memiliki yurisdiksi terhadap pelaku dan perbuatan hokum yang terjadi, mengingat pelanggaran hukum bersifat transnasional tetapi akibatnya justru memiliki implikasi hukum di Indonesia. Dalam hukum internasional, dikenal tiga jenis jurisdiksi, yakni jurisdiksi untuk menetapkan undang-undang (the jurisdiction to prescribe), jurisdiksi untuk penegakan hukum (the jurisdiction to enforce), dan jurisdiksi untuk menuntut (the jurisdiction to adjudicate). Dalam kaitannya dengan penentuan hukum yang berlaku dikenal beberapa asas yang biasa digunakan, yaitu :pertama, asas subjective territoriality, yang menekankan bahwa keberlakuan hukum ditentukan berdasarkan tempat perbuatan dilakukan dan penyelesaian tindak pidananya dilakukan di negara lain. Kedua, asas objective territoriality, yang menyatakan bahwa hukum yang berlaku adalah hukum dimana akibat utama perbuatan itu terjadi dan memberikan dampak yang sangat merugikan bagi negara yang bersangkutan. Ketiga,asas nationality yang menentukan bahwa Negara mempunyai jurisdiksi untuk menentukan hukum berdasarkan kewarganegaraan pelaku. Keempat, asas passive nationality yang menekankan jurisdiksi berdasarkan kewarganegaraan korban. Kelima, protective principle yang menyatakan berlakunya hukum didasarkan atas keinginan negara untuk melindungi kepentingan negara dari kejahatan yang dilakukan di luar wilayahnya, yang umumnya digunakan apabila korban adalah negara atau pemerintah, dan keenam, asas Universality. Asas Universality selayaknya memperoleh perhatian khusus terkait dengan penanganan hokum kasus-kasus cyber.Asas ini disebut juga sebagai “universalinterest jurisdiction”. Pada mulanya asas ini menentukan bahwa setiap negara berhak untuk menangkap dan menghukum para pelaku pembajakan. Asas ini kemudian diperluas sehingga mencakup pula kejahatan terhadap kemanusiaan(crimes againsthumanity), misalnya penyiksaan, genosida, pembajakan udara dan lain-lain. Meskipun di masa mendatang asas jurisdiksi universal ini mungkin dikembangkan untuk internet piracy, seperti computer, cracking, carding, hacking and viruses,namun perlu dipertimbangkan bahwa penggunaan asas ini hanya diberlakukan untuk kejahatan sangat serius berdasarkan perkembangan dalam hukum internasional.

B.     Instrumen Internasional di Bidang Kejahatan Cyber

Instrumen Hukum Internasional di bidang kejahatan cyber (Cyber Crime) merupakan sebuah fenomena baru dalam tatanan Hukum Internasional modern mengingat kejahatan cyber sebelumnya tidak mendapat perhatian negara-negara sebagai subjek Hukum Internasional. Munculnya bentuk kejahatan baru yang tidak saja bersifat lintas batas (transnasional) tetapi juga berwujud dalam tindakan-tindakan virtual telah menyadarkan masyarakat internasional tentang perlunya perangkat Hukum Internasional baru yang dapat digunakan sebagai kaidah hukum internasional dalam mengatasi kasus-kasus Cybercrime. Instrumen Hukum Internasional publik yang mengatur masalah Kejatan cyber yang saat ini paling mendapat perhatian adalah Konvensi tentang Kejahatan cyber (Convention on Cyber Crime) 2001 yang digagas oleh Uni Eropa. Konvensi ini meskipun pada awalnya dibuat oleh organisasi Regional Eropa, tetapi dalam perkembangannya dimungkinkan untuk diratifikasi dan diakses oleh negara manapun di dunia yang memiliki komitmen dalam upaya mengatasi kejahatan Cyber. Negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa (Council of Europe) pada tanggal 23 November 2001 di kota Budapest, Hongaria telah membuat dan menyepakati Convention on Cybercrime yang kemudian dimasukkan dalam European Treaty Series dengan Nomor 185. Konvensi ini akan berlaku secara efektif setelah diratifikasi oleh minimal 5 (lima) negara, termasuk paling tidak ratifikasi yang dilakukan oleh 3 (tiga) negara anggota Council of Europe. Substansi konvensi mencakup area yang cukup luas, bahkan mengandung kebijakan kriminal (criminal policy) yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari cyber crime, baik melalui undang-undang maupun kerjasama internasional. Hal ini dilakukan dengan penuh kesadaran sehubungan dengan semakin meningkatnya intensitas digitalisasi, konvergensi, dan globalisasi yang berkelanjutan dari teknologi informasi, yang menurut pengalaman dapat juga digunakan untuk melakukan tindak pidana. Konvensi ini dibentuk dengan pertimbangan-pertimbangan antara lain sebagai berikut : Pertama, bahwa masyarakat internasional menyadari perlunya kerjasama antar Negara dan Industri dalam memerangi kejahatan cyber dan adanya kebutuhan untuk melindungi kepentingan yang sah dalam penggunaan dan pengembangan teknologi informasi. Kedua, Konvensi saat ini diperlukan untuk meredam penyalahgunaan sistem, jaringan dan data komputer untuk melakukan perbuatan kriminal. Hal lain yang diperlukan adalah adanya kepastian dalam proses penyelidikan dan penuntutan pada tingkat internasional dan domestik melalui suatu mekanisme kerjasama internasional yang dapat dipercaya dan cepat. Ketiga, saat ini sudah semakin nyata adanya kebutuhan untuk memastikan suatu kesesuaian antara pelaksanaan penegakan hukum dan hak azasi manusia sejalan dengan Konvensi Dewan Eropa untuk Perlindungan Hak Azasi Manusia dan Kovenan Perserikatan Bangsa-Bangsa 1966 tentang Hak Politik Dan sipil yang memberikan perlindungan kebebasan berpendapat seperti hak berekspresi, yang mencakup kebebasan untuk mencari, menerima, dan menyebarkan informasi/pendapat. Konvensi ini telah disepakati oleh Masyarakat Uni Eropa sebagai konvensi yang terbuka untuk diakses oleh negara manapun di dunia. Hal ini dimaksudkan untuk dijadikan norma dan instrumen Hukum Internasional dalam mengatasi kejahatan cyber, tanpa mengurangi kesempatan setiap individu untuk tetap dapat mengembangkan kreativitasnya dalam pengembangan teknologi informasi.

C.    Cyber Task Force

Kepolisian Negara Republik Indonesia telah membentuk suatu divisi yang bernama Cyber Task Force, yang bertugas mengatur segala aspek hukum yang terkait dengan kejahatan-kejahatan yang dilakukan di internet. Apabila seorang penjahat internet tertangkap, maka selanjutnya akan dilakukan tindakan Komputer Forensik. Komputer Forensik meliputi pencarian bukti-bukti yang biasanya merupakan bukti digital, yaitu Log (catatan dari system) yang meliputi:

a) NAS (Network Access System) Log

b) E-mail server Log

c) File upload and download Log

d) Web Server Log

e) Usenet Log

f) IRC (Internet Relay Chat) Log

Apabila terdapat bukti-bukti yang dapat menyudutkan si pelaku kejahatan, maka pelaku dapat dikenakan sanksi berdasarkan Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) dan berakhir di balik jeruji. Undang-undang ITE dan Cyberlaw Enforcement telah disahkan, namun dengan terbentuknya UU dan Cyberlaw belum tentu dapat membasmi para pelaku kejahatan internet, karena jumlah pelaku kejahatan internet masih lebih banyak dan mereka tersebar di seluruh Indonesia. Yang sudah terjadi biarlah terjadi, yang perlu dilakukan sekarang adalah melakukan pencegahan terhadap kemungkinan-kemungkinan yang dapat merugikan kita sebagai pelaku IT. Pencegahan itu dapat berupa:

1. Educate User (memberikan knowledge baru terhadap Cyber Crime dan dunia internet)

2. Use hacker’s perspective (menggunakan pemikiran dari sisi hacker untuk melindungi sistem Anda)

3. Patch System (menutup lubang-lubang kelemahan pada system)

4. Policy (menentukan kebijakan-kebijakan dan aturan-aturan yang melindungi sistem Anda dari orang-orang yang tidak berwenang)

5. IDS (Intrusion Detection System) bundled with IPS (Intrusion Prevention System) .

6. Firewall

7. AntiVirus Tidak ada 100 % sistem yang aman di dunia ini, karena semuanya berawal dari manusia yang memiliki pemikiran terbatas, bukan dari Tuhan yang memiliki sistem yang sangat sempurna.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan :

Pada dasarnya, teknologi internet merupakan sesuatu yang bersifat netral, dalam artian bahwa teknologi tersebut tidak bersifat baik ataupun jahat. Akan tetapi dengan keluasan fungsi dan kecanggihan teknologi informasi yang terkandung di dalamnya ditambah semakin merebaknya globalisasi dalam kehidupan mendorong para pelaku kejahatan untuk menggunakan internet sebagai sarananya. Cybercrime pada saatnya akan menjadi bentuk kejahatan serius yang dapat membahayakan keamanan individu, masyarakat dan negara serta tatanan kehidupan global. Kegiatan-kegiatan kenegaraan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup masyarakat dan negara tidak selalu bisa dijamin aman dari ancaman penjahat dalam dunia maya. Karena pelaku-pelaku cybercrime secara umum adalah orang-orang yang memiliki keunggulan kemampuan keilmuan dan teknologi. Pada sisi lain, kemampuan aparat untuk menanganinya sungguh jauh kualitasnya di bawah para pelaku kejahatan tersebut.

B. Daftar Pustaka :

Ø  http://id.wikipedia.org/wiki/Cyber_crime

Ø  http://www.depkominfo.go.id/portal/?act=detail&mod=artikel_itjen&view=1&id=

Ø  http://www.depkominfo.go.id/portal/?act=detail&mod=artikel_itjen&view=1&id=

Ø  http://www.ketok.com/forum/viewtopic.php?t=215

Ø  http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0705/01/183439.htm

Ø  http://www.total.or.id/info.php?kk=Cyber%20crime

Ø  http://www.indonesia.go.id/id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=4

Ø  http://maulana.mhs.unimal.ac.id

Ø  http://cyberlaw.wordpress.com/2007/08/11/menjerat-pelaku-cyber-crimedengan-kuhp/



Touchscreen


TOUCHSCREEN
A.   Pengertian
Layar sentuhtouchscreen adalah sebuah perangkat input komputer yang bekerja dengan adanya sentuhantampilan layar menggunakan jari atau pena digitalAntarmuka layar sentuh, di mana pengguna mengoperasikan sistem komputerdengan menyentuh gambar atau tulisan di layar itu sendiri, merupakan cara yang paling mudah untuk mengoperasikan komputerdan kini semakin banyak digunakan dalam berbagai aplikasi.
Layar sentuh banyak digunakan dalam industri manufaktur yang membutuhkan tingkat akurasi, sensivitas terhadap sentuhan, dan durabilitas yang sangat tinggi. Namun perangkat layar sentuh semakin lama semakin dapat ditemukan dalam perangkat-perangkat teknologi konsumen yang diproduksi secara massal, seperti pada komputer jinjing, pemutar musik seperti iPod Touch, dan telepon genggam seperti iPhone atau Blackberry Storm. Hal ini dimungkinkan karena perangkat layar sentuh dapat dibuat dalam berbagai ukuran tampilan.
Layar sentuh sering dipakai pada kios informasi di tempat-tempat umum, misalnya di bandara dan rumah sakit serta pada perangkat pelatihan berbasis komputer. Sistem layar sentuh tersedia dalam bentuk monitor yang sudah memiliki kemampuan layar sensitif sentuhan dan ada juga kit touchscreen yang lebih ekonomis yang dapat dipasang pada monitor yang sudah ada


B.   SEJARAH TOUCHSCREEN
Pada tahun 1971, pertama kali “Touch Sensor” ini dikembangkan oleh Doktor Sam Hurst (pendiri Elographics) sekaligus sebagai seorang instruktur di University of Kentucky. Sensor ini disebut “Elograph,” dan telah dipatenkan oleh University of Kentucky Research Foundation. “Elograph” ini tidak transparan seperti touchscreens modern, namun demikian elograph telah menjadi tonggak sejarah yang signifikan dalam teknologi touchscreen. Pada tahun 1974 touchscreen pertama sesunggunya yang telah dilengkapi dengan permukaan transparan dikembangkan oleh Doktor Sam Hurst dan Elographics. Pada tahun 1977 Elographics dikembangkan dan dipatenkan dengan teknologi lima-kawat resistif, yaitu teknologi touchscreen yang paling populer digunakan saat ini.

Touchscreens akhirnya menjadi hal yang biasa dalam kehidupan sehari-hari. Perusahaan menggunakan layar sentuh untuk sistem kios dalam pengaturan penjualan ritel dan 
pariwisata, pusat penjualan, ATM, dan PDA, di mana stylus kadang-kadang digunakan untuk memanipulasi GUI dan untuk memasukkan data. Popularitas ponsel pintar, PDA, game konsol portabel dan berbagai jenis peralatan informasi telah mendorong permintaan dan penerimaan touchscreens.

HP-150 dari tahun 1983 telah menjadi salah satu komputer paling awal di dunia touchscreen komersial. Sesungguhnya tidak memiliki touchscreen dalam artian sempit, melainkan ia memiliki tabung CRT Sony 9″ yang dikelilingi oleh pemancar dan penerima infra merah, yang mendeteksi posisi setiap obyek non-transparan di layar.

Awalnya touchscreens yang semula hanya bisa merasakan satu titik kontak pada satu waktu, dan hanya memiliki sedikit kemampuan untuk merasakan seberapa keras seseorang menyentuh. Kini telah mulai berubah dengan komersialisasi dengan teknologi multi-touch.

PC tablet yang digagas oleh apel komputer dan diikuti oleh merek-merek terkenal dunia lainnya telah menjadikan touchscreen multi-touch menjadi interface utama dengan berbagai kemampuan yang disediakannya.

C.   KOMPONEN- KOMPONEN
Sebuah sistem layar sentuh terdiri atas tiga komponen dasar:
·         panel sensor layar sentuh, yang terletak di lapisan luar tampilan dan menimbulkan aliran listrik tertentu tergantung di mana terdapat sentuhan
·         pengontrol layar sentuh, yang melakukan pemrosesan sinyal yang diterima dari panel sensor, kemudian menerjemahkannya ke dalam data sentuhan yang disalurkan kepada prosesorkomputer
·         driver perangkat halus, yang menerjemahkan data menjadi gerakan tetikus, memungkinkan panel sensor untuk berfungsi layaknya tetikus, dan menyediakan antarmuka pada sistem operasikomputer


D.   CARA KERJA TOUCHSCREEN
Sebuah layar touchscreen yang paling sederhana terdiri dari tiga buah komponen utama dalam bekerja. Komponen tersebut adalah sebagai berikut:
1. Touch Sensor
2. Controller
3. Software driver
Touch Sensor
Touch sensor merupakan sebuah lapisan penerima input dari luar monitor.
Input dari touchscreen adalah sebuah sentuhan, maka dari itu sensornya juga merupakan sensor sentuh.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGirMU2keVkSOPVhQHbnu3BoOGK1lQrVGABnRSqMixeoNsl1z6O9Ans2WOS0ZOZWov6EcGxS2UyLEO4oczGm-COQVrB7I2sBT5sNNwfTMBnJETFQM-Mqznnlgb4GhBdSRXCwZD7ATP0oQ/s400/TScreen-03.gifDescription: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizJHDqsKWg0kF2vRun-k_jdd_VY9M2_It37ZgKbKZ0gw2-99EjTJV0iTL2VTyMvlCq1r72OmUy-w9iJbRS8rrLx1dNETC-PLEYMoLS4r7M9b4YObWY5c1oYl6fff9NQNyH4Rg4xOQ8By4/s400/TScreen-04.gifDescription: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzTBYsKBL1G_F1UoI8CI_HpYPSWyaNGVZ6AJhcw3BlXeN09lsWPkQ2THmeU9DIn_q2n0Jl51uK5wci2PUlEyN73fpzPbKXBtR_m_RtUZYTSgrs8hNltrE0iCL3CjSTxF6D4yl3nIw2ee8/s400/TScreen-05.gif
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEils88muADWzrK6iSbe0R_J5YuBbI_zTADP1emGO1JKWDQVRFSjpQpfODI_ZN3EcgCUJUaYVeXmzbKks2luPDjNkgEvJHQ2iF4zKZAQkyk2R9_Q2JVH_JYzbXnviqwtf9HKAO0u5WBHom4/s400/TScreen-06.gifDescription: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrqxhohFor7Cf5YwdSYnXS8Ca-ac5llCJp0wJ62ofmxTSf1d8gvGD7DvB5ZfdzIh5nZLSUohNCGLNZ6zG2kKzmYBNw3RX1j-MNCeNjoZqHksrXmdzvSWI-BZknxJ0OWIKlsUwdISOMrl8/s400/TScreen-07.gif
Controller
Controller merupakan sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan antara sensor dengan perangkat komputer yang akan memproses sentuhan tersebut.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqa6KpKohu7Rx5b2ivfUOj3KY820APOPdMVR4Hk1NzuAxV2Evnmu2p1z3JX1O8fduaXwBR5KQOaUjR1pgNoPCuVqjQFLrqepMgmwHQ2RPCQSiKy0-tFESSYpwjTNYrjsN5eexWEFrHexg/s400/TScreen-08.gifDescription: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihyphenhyphen5NkYCyC6rFAt6N75_DYmFSCa7AE9eu1ltRABv1OCoojAmXUSzCUqQxaLkG-L6XTtkphtS3p7ECLdDz1KLS5CSlZDtkJ0Z3TOriz1WZrd1YxUyKvZp16n_lKkNeO0ufkxoi8gxq4tf8/s400/TScreen-09.gif

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkW_My-w2wL8sDpp6Vl-Wxc5vm9FehIDheMd-bAOCQHw1EpeOggLMwP3hdh3J7BkztLxMa5kyCbgA1uB6Ec3d4u59qFt9hjY8qI0NN7PAT9sB2Xmy7594tiRhlklr5WJjD1eDQT1AY1EM/s400/TScreen-10.gifDescription: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinD-XicjxwypsEjk2OBv4ZhwDXWOuPr4Fbq3BPSVQkBicR3K5bW-ddUg0v57suSrg9wKAMvnUpUwS5A-YwZbN299laPH12GztSwRJ55DV1J3byj_bO80jae9IYUH7UWrhzDt1Lgy4Hsec/s400/TScreen-11.gif
Software drive
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJDGHyFo8I2cmPbjhyphenhyphenxRpGlYvQec70spWkZxeVZ0yimcjE4YOb3rwbJBzf9TTuhyHfvFCIpxcQCWvtwtr46V5b6sUN7tKsQt-fA3hunTfLeddajml3uNNqn9V4EgXb179ipRk6jfrKsGY/s400/TScreen-12b.gif
Software driver
Software driver  merupakan sebuah software pengatur yang diinstal pada perangkat komputer atau PC Anda yang tugasnya adalah untuk mengatur agar perangkat touchscreen dan komputer dapat bekerja sama untuk digunakan dalam berbagai macam keperluan.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiF8XeA1lzTtbux3-tqm9HodOQfktMv2WjX2c6WwFgwHWpjYeWIBOoFqcuHoJjj9d3Zr56gsmosXkyZZe5XejT6wQWIVBi6U2_KhUM1hoGY4PdmssnljMTEDODAPClFZgXlhVYKXUa2jsY/s400/TScreen-12.gif
Keterangan:
1. Touch sensor
2. Controller
3. Software driver
E.   Tipe- Tipe Layar Sentuh
Semua tipe layar sentuh melekat pada unit tampilannya. Perbedaanya terletak pada cara mendeteksi sentuhan dan metode yang digunakan dalam memproses input sentuhan.

-       Capacitive overlay

Di setiap sudut layar terdapat sirkuit yang berfungsi untuk mengukur kapasitansi. Sentuhan yang diberikan oleh jari atau alat penghantar lainnya yang merupakan konduktor pada layar menyebabkan gangguan pada kondisi elektrostatis. Gangguan tersebut menyebabkan perubahan kapasitansi. Perubahan yang terjadi terukur oleh sirkuit dan kemudian dipergunakan untuk mendeteksi lokasi sentuhan. Tipe ini memiliki daya tahan yang kuat serta tampilan yang jernih

-       Guided acoustic wave

Alat ini bekerja dengan mentransmisikan gelombang akustik melalui lapisan atas kaca yang ditempatkan diatas layar tampilan. Ketika suatu alat yang memiliki daya penghantar seperti jari terkontak dengan gelombang, maka transmisi gelombang akustik terganggu oleh jari. Gangguan menyebabkan pengurangan amplitudo dimana pengurangan tersebut diidentifikasi oleh control electronics untuk mendeteksi lokasi sentuhan.

-       Resistive overlay

Unggul dalam daya tahan khususnya terhadap perlakuan kasar dan harga yang terjangkau. Tersusun atas dua lapisan tipis yang terbuat dari kaca atau polyester yang diselubungi dengan material penghambat dan dipisahkan oleh titik-titik pemisah yang tidak terlihat. Pada resistive overlay, arus listrik mengalir pada seluruh bagian layar. Ketika tekanan diberikan pada layar, kedua lapisan tersebut saling berhimpitan yang kemudian menyebabkan perubahan aliran arus listrik. Melalui perubahan tersebut lokasi sentuhan terdeteksi.

-       Scanning infrared

Dalam bingkai sentuhan atau layar terdapat jajaran diode cahaya dan transistor foto yang masing-masing diletakan di dua sisi yang berlawanan untuk menghasilkan sebuah kisi dari cahaya infra merah yang tidak terlihat. Ketika jari atau alat penghantar lainnya memasuki kisi tersebut, cahaya infra merah yang dipancarkan diode cahaya terhalangi. Foto transistor mendeteksi hilangnya cahaya dan mentransmisikan sinyal yang mengidentifikasi koordinat x dan y dari letak jari atau alat penghantar tersebut.

-       Near field imaging (NFI)

Tipe ini menggunakan alat atau sirkuit pendeteksi sentuhan yang canggih untuk mendeteksi sentuhan. Alat atau sirkuit tersebut memiliki tingkat ketepatan tinggi dalam menggunakan data dan memproses gambar untuk menghasilkan profil yang tepat atas sentuhan yang diberikan.

-       Surface acoustic wave

Bekerja dengan mengirimkan gelombang akustik melalui panel kaca yang dilengkapi dengan beberapa transduser dan reflektor. Ketika jari bersentuhan dengan gelombang akustik, gerakangelombang mengalami perubahan. Perubahan ini kemudian digunakan untuk mendeteksi lokasi sentuhan. Keunggulan tipe ini adalah memiliki tingkat kejernihan yang paling tinggi serta daya tahan yang baik. Namun, sensitif terhadap kotoran yang menempel.
F.    Keuntungan dan Kerugian Penggunaan
Pfauth dan Priest (1981) menyebutkan keuntungan dan kerugian dari digunakannya perangkat layar sentuh, yang antara lain sebagai berikut:

Keuntungan

-       Terdapat kontrol dan interaksi langsung antara indera penglihatan dan indera peraba masukkan dan keluaran yang dihasilkan terdapat pada satu lokasi yang sama)
-       Adanya kemampuan untuk memasukkan dan mengawasi data secara cepat
-       Karena penggunaannya mudah, tidak diperlukan terlalu banyak pelatihan pengguna dalam mengoperasikan sistem layar sentuh
-       Hanya pilihan yang valid dan mungkin untuk diterima yang dapat ditampilkan
-       Mudah diterima oleh penggunanya
-       Tidak dibutuhkannya daya ingat penggunanya
Kerugian
-       Besarnya biaya pengembangan sistem layar sentuh sebagai teknologi yang belum lama digunakan dalam barang-barang yang diproduksi secara massal
-       Membutuhkan tambahan waktu dalam proses pemrogramannya
-       Kurang fleksibel untuk beberapa jenis masukkan tertentu
-       Kesalahan pada gambar yang ditampilkan akan menimbulkan kesalahan pengoperasian
-       Kelelahan yang dirasakan akibat mendekati layar secara berulang kali
-       Jari tangan seringkali menutupi tampilan visual layar
-       Diperlukannya metode-metode baru dalam pemrograman perangkat halus

G.  Perbandingan Jenis Layar Smartphone - Resistive vs Capacitive Touchscreen
Description: Perbandingan Jenis Layar Smartphone -  Resistive vs Capacitive Touchscreen
Anda mungkin sering bertanya-tanya mengenai perbedaan jenis layar Resistive vs Capacitive touchscreen yang selalu ada pada spesifikasi ponsel. Jika Anda bermaksud untuk membeli ponsel baru, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangakan dalam tren ponseltouchscreen, terutama spesifikasi layar Resistive vs Capacitive touchscreen. Karena dengan begitu Anda akan mengerti betul spesifikasi layar ponsel impian Anda.
Jenis layar Resistive vs Capacitive touchscreen merupakan jenis layar yang paling sering digunakan dalam sebuah ponsel touchscreen, bahkan para vendor pun tak segan untuk menjadikan mereka sebagai sesuatu yang perlu ditonjolkan di pasaran. Untuk mengetahui perbedaannya, simak ulasan dari beberapa spesifikasi di bawah ini.
Cara Kerja
Alasan utama dari perbedaan kedua jenis layar ini dalam hal penggunaan adalah bahwa cara mereka merespon sentuhan jari Anda dan prods-nya seperti dua kutub yang saling terpisah. Teknologi resistif bekerja ketika indera penekanan dari jari Anda terdeteksi. Resistif touchscreen sendiri terdiri dari beberapa lapisan, di mana lapisan yang paling atas di bawah jari Anda atau stylus adalah lapisan yang paling lentur, lalu melalui lapisan tersebut didorong ke lapisan di belakangnya dan secara efektif akan melengkapi sirkuit, selain itu juga akan memberikan instruksi yang cepat dari bagian layar ponsel mana yang sedang ditekan.
Capacitive touchscreen malah tidak bergantung pada tekanan, melainkan mereka menggunakan elektroda untuk merasakan sifat konduktif objek, seperti jari Anda. Jadi, mereka tidak akan bereaksi pada tekanan keras yang ada di permukaan layar ponsel suatu obyek, tetapi hanya akan bereaksi terhadap obyek tertentu.
Praktek
Berkat perbedaan inti dan pengalaman dalam menggunakan setiap jenis touchscreenhampir bisa dikenali. Ponsel yang paling terkenal dari beberapa tahun terakhir yang menggunakan jenis layar Capacitive touchscreen adalah Apple iPhone. Jenis layar ini memungkinkannya memberikan sentuhan antarmuka yang ringan.
Sebagai jenis layar Capacitive touchscreen, dia tidak akan memerlukan banyak kontak sama, Anda bisa menggesek layarnya dengan sentuhan yang ringan dan tentu saja memiliki respon yang baik ketika Anda melakukan perintah drag.
Sebagai perbandingan, sebagian besar ponsel berlayar Resistive touchscreen biasanya tidak akan bereaksi sama sekali ketika ada sentuhan yang sangat ringan. Tetapi ponselResistive touchscreen yang lebih baru seperti, Nokia N97 dan Samsung HTC Tattoo telah membuat Resisitive touchscreens mereka menjadi jauh lebih sensitif dibandingkan dengan yang sebelum-sebelumnya. Meskipun demikian, Paseban belum melihat apakah jenisResistive Touchscreen mampu menjadi Capacitive touchscreen atau tidak setelah adanya perbaikan. Intinya, jika Anda menggunakan jari untuk mengakses smartphone, layar kapasitif akan tampak jauh lebih responsif.
Yang paling sederhana adalah bahwa kedua jenis layar touchscreen ini tidak bergantung pada sifat organik jari Anda, sehingga dapat dioperasikan dengan apa saja meskipun tidak selalu berhasil. Sebuah poin plus yang lebih penting dari layar Resistif adalah bahwa mereka menawarkan potensi yang lebih untuk hal akurasi
Jika Anda mencoba untuk mengoperasikan salah satu ponsel touchscreen dengan jari Anda, akurasinya mungkin akan meleset ke luar jendela, tetapi apabila menggunakan ponsel Resistif dengan stylus Anda akan mendapatkan akurasi yang relatif.
Sistem operasi
Untuk akurasi, sebenarnya hanya akan terjadi jika ponsel Anda memberikan kesempatan kepada Anda untuk menggunakannya. iPhone Apple contohnya yang telah membuat
navigasi light touch yang terlihat seperti agak kuno. Namun sistem operasi padasmartphone-nya malah semakin menjadi lebih Capacitive Friendly dengan ikon yang lebih besar dan integrasi gerakan yang lebih.
Windows Mobile selalu menjadi salah satu pemain kunci dalam ponsel Resistivetouchscreen, di mana membiarkan pengguna ponselnya untuk mendapatkan dorongan agar terlibat dengan aplikasi yang menggunakan stylus. Meskipun sekarang Windows Mobile malah mengikuti apa yang Apple pikirkan dan lakukan.
Tahun 2009, Windows 6.5 sempat menawarkan update Finger Friendly yang dirancang untuk membuat sistem operasi yang akan semakin lebih mudah untuk diakses oleh para pengguna smartphone. Hasil dari jerih payah ini menghasilkan sistem operasi yang jauh lebih baik untuk dijadikan pasangan yang cocok dengan layar Capacitive, seperti HTC HD 2 yang terbukti sangat baik.

Daftar Pustaka :

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. KOMSI C-Class - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger